Laki-laki dengan wajah yang sangat pucat
terduduk lemas bersandarkan dinding kasar
di dalam gang gelap dan sempit
Sesekali terdengar isak tangis dari mulutnya
Butiran-butiran beningpun mulai tumpah
dan terus mengalir dengan lembut
Teringat akan perbuatan keejinya
Berniat untuk menghidupi keluarga
Tapi...
Satu nyawa hilang di tangannya
Akhirnya...
Isak tangis dan butiran menghilang dalam sepi
Dia sudah siap menerima semua
Meninggalkan kelurga
dan memberanikan diri
Menuju jalan ke jeruji besi






