Kamis, 05 Mei 2011

Balada Penjahat


Laki-laki dengan wajah yang sangat pucat
terduduk lemas bersandarkan dinding kasar
di dalam gang gelap dan sempit

Sesekali terdengar isak tangis dari mulutnya
Butiran-butiran beningpun mulai tumpah
dan terus mengalir dengan lembut

Teringat akan perbuatan keejinya
Berniat untuk menghidupi keluarga
Tapi...
Satu nyawa hilang di tangannya

Akhirnya...
Isak tangis dan butiran menghilang dalam sepi
Dia sudah siap menerima semua
Meninggalkan kelurga
dan memberanikan diri
Menuju jalan ke jeruji besi

Ai and Junichi















Amagami SS